Ini sangat objektif, entah benar kenyataannya seperti ini atau tidak. Tapi ini pandangan saya.

Jaman saya kecil, untuk teriak kata "Anjing! Tai! Babi! Woii tololll..." Dan sumpah serapah lainnya sangatlah takut. Entah merasa kasar, dosa atau tidak enakkan. Pokoknya saya berusaha menjaga tutur kata saya sebaik baiknya. Tentu beda pas kuliah sekarang, lebih kasar hehehehe. Cuma pas SD - SMA saya sangat menjaga kalimat saya.

Berbeda dengan sekarang, di jalan raya saya melihat anak anak SD ngomong sama temennya kalimat kasar dengan entengnya. Siapa yang salah?

Jaman dulu, orang ngga ada yang berani ngomong, "Woii Soeharto yang bene dong..." manggil nama Soeharto aja pasti pake "Pak Harto". Jaman sekarang begitu mudahnya orang mencaci presiden mereka sendiri, "Jokowi goblok! Ngga guna!". Entah salah siapa? Saya rasa kebebasan ekspresi di media membuat orang kurang menaruh filter di otaknya.

Saya juga BINGUNG BANGET. Ini asli bingung banget. Kenapa banyak orang yang begitu mudah terpancing untuk komen di thread-thread media online yang sudah jelas isinya provokasi? Alhasil mereka buang buang waktu, tenaga, pikiran buat berantem dan debat kusir di komen. Ini sangat terbukti saat Pilpres 2014 kemarin, ini Pilpres paling melelahkan rasanya. Dan kekuatan socmed sangat bermain disini. Entah berapa banyak teman saya yang gemar debat kusir di forum demi Prabowo & Jokowi. Alhasil saya UNFRIEND mereka yang berisik, cape bacanya.

Men.... Prabowo & Jokowi nya aja selow selow aje, kenapa jadi elu yang ribet sendiri. Sampai sekarang saya lihat masih banyak orang yang kurang kerjaan isinya jelek jelekkin Jokowi, nyebarin link ga jelas tentang jeleknya Jokowi, ikut komen di thread issue ga jelas. Ini pada pengangguran atau gimana ya? Padahal kalo mereka ketemu Jokowi pun pasti pada minta selfie. Diundang makan ke Istana Negara pun pasti mau dan seneng banget. Munafik.

Saya setuju untuk menjadi orang yang kritis. Saya setuju untuk menjadi orang yang berani mengungkapkan pendapat. Tapi tolong difilter dulu sebelum berbicara sesuatu, pastikan ikut diskusi yang berbobot, bukan debat kusir yang ngga ada ujungnya. Sampaikan pendapat pada forum yang tepat, bukan komen komen di Facebook yang ngga jelas. Semakin kita ngeladenin orang orang semacam Farhat Abbas, semakin doi seneng karena mereka makin terkenal dan dapet banyak duit karena terkenal. Don't make stupid people famous.

Ini menurut saya
1.  Orang tua HARUS mendidik anaknya agar bertutur kata yang sopan, ramah, santun & menggunakan kata kata yang baik. Haris memberi contoh lewat tindakan langsung.
2. Sekolah wajib mengajarkan peserta didiknya tentang bagaimana menggunakan social media dengan baik. Supaya Dedy Corbuzier & Ridwan Kamil ngga perlu laporin ke polisi anak anak alay yang komen sembarangan lagi.

Sekian...

Yasa Singgih
2 Desember 2015