Saya sering pergi ke daerah Pasar Lama Tangerang, entah untuk ke Boen Tek Bio atau hanya sekedar cari kuliner jajanan malam. Awalnya saya nongkrong di Roti Bakar 88, lalu sempat coba makan Bubur Ko Iyo, pernah juga beli Kue Putu kesukaan Mama saya atau minum susu jahe hangat di malam hari. Semuanya NTAP.

Namun, kini setiap kali berkunjung ke Pasar Lama Tangerang, saya selalu & tidak pernah absen makan di Bubur Kepiting. Awalnya saya sudah sering lihat namun belum pernah mampir mencicipi. Walaupun hanya sekedar lewat, Bubur Kepiting ini membekas sekali di benak saya.
Apa alasannya?
Karena si Koko penjual Bubur Kepiting yang sangat ramah & greceh (bahasa apa ini ya...). Pokoknya dia sangat cheerful, ngga pernah cape untuk nyapa dan ngajak orang orang yang lewat untuk mencicipi Bubur Kepiting.

Kira kira seperti ini :
- "Halo Om Tante silahkaaann Bubur Kepitingnya dicoba dulu, enak loooohh"
- "Koko Cici selamat malam minggu, jangan lupa mampir kesini dulu yaa ada Bubur Kepiting atau Bakmie Kepitingnya.."
- "Makasi banyak Mas sudah makan disini, besok mampir lagi ya. Hati hati di jalan. Sampe ketemu lagi..."
- "Gimana Ko? Ada masukan ngga buat Bubur Kepitingnya? Kalo mau tambah kerupuk silahkan yaaa..."
- Begitu terus tanpa lelah dengan selalu TERSENYUM yang kelihatan ngga dibuat buat. Tulus? Iya. Tapi saya rasa perlu latihan untuk terbiasa tampil melayani sepenuh hati ini.

Akhirnya saya pun tergiur mencoba Bubur Kepiting dengan nama "HOKIE" yang dalam bahasa Indonesia artinya beruntung. karena melihat aksi si Koko penjualnya. Dan setelah mencoba..... SUPER ENAK! Apalagi saya penggila seafood terutama kepiting. Makan bubur sama kepiting yang udah disuir-suir, enak buangetttt deh! Sambil minum susu jahe. Sedap!

Namun yang lebih enak adalah lama lama setiap makan saya jadi lebih lama ngobrol sama si Koko penjual bubur daripada makan buburnya. Namanya Ko Met. Asli seru banget.. Apalagi si Koko ternyata sadar siapa saya, "Ko Yasa kan namanya!"
"Loh kok tau Ko? tanya saya keheranan.
"Iya koko kan yang sering ada di TV, kemarin di Hitam Putih kan. Gimana ko bisnis Men's Republicnya?"

Wah makin cintalah saya dengan si bubur yang penjualnya asik. Pernah hampir berjam jam saya nongkrong di tempat bubur untuk ngobrol sama si Ko Met yang sambil melayani pelanggan yang lain. Kita bertukar pikiran tentang peluang bisnis, ternyata kita sama sama suka travelling ke luar kota. Dan kesamaannya adalah setiap keluar kota kita suka cari kelenteng kelenten besar untuk sembahyang & nginep disana. Nyambung banget.

Saya cerita perjalanan bisnis saya, begitu pula dia. Ko Met cerita kenapa dia menjadi penjual yang ramah
"Aku mau bikin pelanggan nyaman ko. Disini kan kaki lima, tempatnya kurang nyaman. Tapi pelayanan kita harus bikin nyaman. Makanya karyawan ku semua aku ajarin pelan pelan. Tadinya kita doang loh yang nerapin pelayanan ramah gini, akhirnya gerobak lain di kiri kanan semua ngikutin."
Ko Meng pun cerita ke depannya dia berencana buka coffee shop di daerah Pasar Lama Tangerang. Wah seru!

Apa pelajaran yang saya ambil?
Nilai tambah yang diciptakan dalam bisnisnya SEDERHANA banget. Tanpa modal. Tanpa ilmu ribet. Pelayanan yang ramah. Men.... Ini mudah banget diterapin, tapi praktekknya banyak banget penjual yang jutek, judes dan ngga ramah sama pembelinya. Terlepas dari produk Bubur Kepitingnya yang enak, pelayanannya lah yang membuat pembeli dateng lagi dateng lagi dateng lagi.
*Yang mau liat penampakkan Bubur Kepitingnya, googling aja "Bubur Kepiting Pasar Lama" ati ati ngeces..

73% transaksi bisnis CLOSING karena pembeli menyukai penjual, based on Sales Magic Book. So? Seberapa menyenangkan kita di mata pembeli? Apakah front office kita sudah ramah? Apakah SPG kita selalu tersenyum? Bubur Kepiting itu harganya cuma 22 ribu. Tapi pelayanannya mahal.

Bisnis kita yang jual sepatu ratusan ribu, gadget jutaan rupiah, mobil ratusan juta rupiah atau properti yang miliran rupiah... Apakah sudah memperlakukan pelanggan dengan sebaik ini? Apabila belum, kita kalah dengan tukang bubur yang produknya hanya 22ribu.

Yasa Singgih
1 Desember 2016