Sebuah pertanyaan datang ke saya, "Yasa, kenapa manusia hidup harus mengejar uang yang sifatnya negatif?"

Saya membahas tentang uang lengkap di buku Never Too Young To Become a Billionaire, ngga ada salahnya saya ulang
Sejenak saya tersenyum mendapat pertanyaan itu dan menjawab yang kurang lebih seperti ini

"Uang adalah hamba yang baik namun juga tuan yang jahat. Uang ngga negatif, tapi juga ngga positif. Uang itu sifatnya netral
Sifat uang hanyalah memperbesar sifat dasar manusia. Uang tidak selalu mengubah orang baik menjadi buruk. Uang membuat orang baik semakin dermawan dan membuat orang jahat semakin busuk. Jangan salahkan uangnya, yang menjadi setan atau malaikatnya adalah si manusia. Seperti pisau, bermanfaat atau tidaknya tergantung siapa yang memegang. Saya tidak mengajarkan orang untuk matrialistis, tapi realistis. Jadi kenapa kita orang orang yang baik perlu memegang uang? Karena sebaik baiknya uang akan bermanfaat jika dipegang orang yang beriman. Bagi saya pribadi, uang adalah daya ungkit bagi manusia yang baik untuk semakin berdaya & bermanfaat hidupnya bagi banyak orang. Jadi, jangan anti sama uang :)"

Trus saya ditanya lagi, "Tapi, Yasa uang itu ngga menjamin kebahagiaan?"
"Iya, tapi tanpa uang adalah jaminan penderitaan" jawab saya
"Tapi Yas, uang ngga menyelesaikan masalah!" Saya terus dicecar
"Iya, tapi ngga punya uang aja udah nambah satu masalah. Jadi lebih baik punya masalah dibackup punya uang hehehe" kata saya
"Gini loh Yas, uang itu ngga bawa mati!!!" Kata teman saya masih ngeyel

Ini jawaban pamungkas saya, "Iya tapi ngga punya uang rasanya udah mau mati hehehe"
Becandaaaa :Intinya sederhana aja. Produksi sebanyak banyaknya, konsumsi untuk pribadi sekedarnya & distribusi untuk kebaikan seluas-luasnya

Never too young to become a billionaire
Yasa Singgih
20 Agustus 2016