Apabila kita memesan makanan di restoran,
"Mbak, chicken curry 2 porsi..
Ayam bakar 1 ekor ya pedas manis..
Cah toge ikan asin 2 piring..
Kangkung terasi 2 piring...
Es jeruknya 9 gelas ya..
Sudah itu aja.."

Tiba tiba si petugas hanya mengangukkan kepala dan meninggalkan kita menuju ruang dapur. Apa perasaan kita, pasti kesal & ragu. "Ini orang mudeng apa ngga ya pesanan kita..."

Kita pasti menginginkan respon seperti ini,
"Baik Mas terima kasih pesanannya, saya ulang kembali ya supaya nggak salah.
Chicken curry 2 porsi..
Ayam bakar 1 ekor pedas manis..
Cah toge ikan asin 2 piring..
Kangkung terasi 2 piring...
Es jeruknya 9 gelas ya..
Ada tambahan lagi Mas?
Baik, terima kasih harap ditunggu 15 menit ya"

Gimana rasanya? Lebih merasa pasti? Iya. Kenapa?
Karena kita merasa nyaman dengan pengulangan. Apabila instruksi kita direspon dengan pengulangan, kawan bicara kita akan jauh merasa lebih nyaman. Kawan bicara akan merasa bahwa kita mengerti dengan komunikasi yang disampaikan (bahasa gueee udah anak Marcomm banget yee hahaha)

Saya bilang ke karyawan saya begini sesaat setelah kami pulang setelah bazaar, "Kamu harus bikin pelanggan nyaman, selalu ulang kembali pesanan mereka maunya apa. Supaya ngga salah dan dia ngerasa kita TAU & NGERTI dia munya apa"

Nah, mulai sekarang dengan siapapun kita berkomunikasi. Dengan pelanggan, teman, atasan, bawahan, atau siapapun. Lakukan pengulangan terhadap kalimatnya untuk memastikan bahwa kita mengerti. Itu akan membuat dia jauh lebih nyaman berkomunikasi dengan kita.

7 Desember 2015
Yasa Singgih