Berapa sering kita berhenti melakukan sesuatu atau bahkan batal melakukan sesuatu hanya karena takut dengan omongan negatif orang lain?

Sadar tidak sadar, sering kali kita hidup atas dasar pendapat orang lain. Bukan atas dasar kata hati sendiri. Kita lebih sering menyenangkan orang lain daripada menyenangkan diri sendiri. Kita terpaku dengan harus terlihat baik di depan orang lain, walaupun sering kali kita tidak nyaman dengan posisi yg sedang dijalani.

Saya pribadi berprinsip, selama yang saya jalani baik, benar & bermanfaat bagi saya dan banyak orang terutama untuk orang orang terdekat saya... Hajar! Ngga perlu repot memikirkan segelintir orang yang ngga suka. Sejahat jahatnya orang pasti masih ada aja yang bela dan sebaik baiknya orang pasti masih ada aja yang ngga suka. Jadi, santai aja...

Bukan berarti pendapat orang lain nggak baik, tentu ada masukkan masukkan yang baik dan bermanfaat. Tapi juga ngga semua orang memberikan saran yang cocok dan baik untuk diri kita. Realistis aja.

Setiap orang pasti punya haters, tokoh agama, orang suci sampai nabi sekalipun ada yang benci. Apalagi kita manusia biasa. Jadi, santai aja hehehe. Orang yang ngga suka sama kita bisa jadi karena sebenernya dia pengen jadi kayak kita tapi ngga mampu.

Dan percayalah... Sebenernya para haters itu ngga begitu peduli sama hidup kita, mereka juga punya kehidupannya sendiri, mereka punya masalah sendiri dan ngga cuma kita doang yang dia lagi perhatiin. Jadi, santai aja... Ngga usah terlalu ambil pusing. Kita sukses, dia anggep curang. Kita gagal, toh dia juga ngga tolong kita. Selama dia ngga kasih kita makan sehari hari, jangan dengerin omongan negatifnya.

So teman, jangan berhenti berkarya dan berkontribusi positif hanya karena segelintir orang berkomentar negatif atau menjatuhkan. Sebenernya mereka ngga peduli peduli amat, cuma kepengen kaya kita aja hehehe.

Jadilah pemain, jangan sekedar jadi komentator. Karena pemain dibayar untuk berkarya & komentator memang dibayar untuk komentar. Kabar baiknya, bayaran pemain selalu lebih mahal drpd komentator. And.... The choice is yours

Yasa Singgih
27 Juli 2015