Manteman, apa profesi impian kita?
Pengusaha? Profesional? Pemain piano? Arsitek?
Pertanyaan lanjutannya, jika jawabannya adalah pengusaha maka berapa banyak teman kita yang punya cita cita sama dengan kita? Dan berapa banyak pengusaha sukses yang kita kenal?


Jelas kita ngga kunjung jadi pemain piano kalo ngumpulnya sama pemain basket. Ngga nyambung. Kalo mau jadi pengusaha, bergaullah dengan pengusaha. Kalo mau jadi pengusaha yang incomenya 100 juta ya bergaul sama mereka yg minimal 100 juta juga. "Wah sombong banget maunya main sama yang kaya?" Ngga kok, kita main sama semuanya oke oke aja.. Mungkin kamu yang sombong, maunya main sama yang kere mulu kalo ketemu yang kaya malah minder. Jleb..


Sering kali yang menjadi penghambat menuju impian kita adalah selama ini kita salah pilih orang orang terdekat. Kita akan menjadi persis seperti orang orang yang bertemu & bergaul dengan kita setiap hari. Bawa 1 anak paling miskin & paling bodoh dari desa, cemplungkan dia belajar bersama para pemenang kejuaraan olimpiade maka ngga sampe setahun dia jadi ikutan jenius. Bukan soal bakat, ini soal lingkungan. Ga usah repot2 cari cara ubah nasib, cukup ubah pergaulan! Cari minimal 7 orang sukses, bergaul sama dia tiap hari. Pasti berubah!


Tempat kita berada sekarang, dengan siapa kita bergaul, menentukan berapa "harga diri" kita. Coca Cola yang dibikin di pabrik yang sama, dijual di warung, supermarket, bar & hotel apakah harganya sama? Beda. Apa yang membuatnya berbeda walaupun isinya sama? Lingkungannya berbeda! Harga dirinya beda. Mulai sekarang, ubah pergaulan kita. Teman jangan pilih pilih, tapi sahabat harus pilih pilih. Pastikan kita berada bersama orang orang positif yang punya satu visi.
Refleksi untuk kita semua.


"Tunjukkan padaku siapa sahabatmu,
Kutunjukkan padamu bagaimana masa depanmu."


Yasa Singgih
31 Januari 2016

[Foto ini bersama teman teman Pasukan Presiden, alias mereka yg pernah ikut kelas sharing bisnis intensif 2 hari sama saya]